|
|
|
|
ALERGI SERING DIANGGAP SEBAGAI PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC)
Sering dijumpai bahwa penderita alergi pada anak mendapatkan overdiagnosis (diagnosis berlebihan) atau overtreatment (pengobatan berlebihan). Paling sering ditemui adalah penderita alergi yang didiagnosis dan diobati sebagai TBC selama 6 bulan hingga 1 tahun. Sering orang tua merasa aneh, tidak ada kontak TBC di rumah tapi anaknya diobati sebagai TBC.
Tanda gejala penyakit alergi pada anak bisa berupa batuk, pilek, hidung buntu, sering bersin yang lama atau lebih dari 2 minggu dan sering berulang terjadinya malam atau pagi hari. Dapat disertai gangguan pencernaan (sering muntah, sulit buang air besar, sering buang air besar, nyeri perut). Bila terdapat gangguan pencernaan karena alergi makanan mengakibatkan anak sulit makan dan penyerapan di pencernaan tidak optimal sehingga berat badan sulit untuk naik. Keringat yang berlebihanpun paling sering terjadi pada penderita alergi. Karena tanda dan gejala penderita alergi terebut mirip dengan penyakit tuberkulosis maka sering terjadi overtreatment dan overdiagnosis sebagai penyakit tuberkulosis.
Kesulitan dalam mendiagnosis TBC pada anak sering dihadapi oleh para klinisi, Sehingga dalam menegakkan diagnosis harus dilakukan secara cermat dan lengkap. Perkembangan terbaru dalam hal diagnosis TBC anak adalah pada pertemuan para ahli pulmonologi anak di Jakarta 26 Agustus 2000 dimana dibuat suatu kesepakatan bersama yang berupa Konsensus Nasional TBC anak, bahwa untuk mendiagnosis TBC harus melalui :
Sering terjadi diagnosis terlalu cepat dilakukan, hanya dengan satu pemeriksaan tanpa memeriksa lengkap sudah divonis mengidap TBC. Konsekuensi tindakan terebut anak harus minum 2 atau 3 macam obat sekaligus dalam 6 bulan. Seringkali didapatkan penderita mengalami perpanjangan minum obat bahkan sampai 1 atau 2 tahun lagi, padahal seharusnya jangka minum obat adalah 6 bulan. Respon obat TBC tidak membaik tersebut karena mungkin diagnosis TBC tersebut tidak benar.
Menurut hemat penulis bila anak kita mempunyai gejala alergi dan divonis diagnosis TBC oleh dokter anak atau dokter lainnya maka sebaiknya dilakukan konsultasi ulang dengan dokter spesialis paru anak atau ahli pulmonologi anak. Mengingat konsekuensi pemberian obat-obatan TBC yang cukup mengganggu dan dalam jangka waktu lama pemberiannya
Bila sulit memastikan apakah terdapat penyakit TBC tetapi anak mempunyai gejala alergi, menurut hemat penulis sebaiknya sebelum pemeriksaan lengkap untuk evaluasi TBC lakukan penatalaksanaan alergi. Dilakukan eliminasi alergi selama 2 – 3 minggu. Bila terdapat perbaikkan pada gejala dan terdapat kenaikkan berat badan yang bermakna maka kita bisa menyingkirkan adanya TBC.
ALLERGY-BEHAVIOUR CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN ANAK)
JL RAWASARI SELATAN 20 CEMPAKA PUTIH JAKARTA PUSAT
PHONE : (021) 70081995 - 4264126, email : cfc2006@hotmail.com, htpp://www.childrenfamily.com
bravenet.com